Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Model Pembelajaran Konstruktivistik (Memahamkan Siswa dalam Mengaitkan Konteks Pembelajaran dengan Kehidupan)
Filed Under: IAIN Antasari Website Repository Rabu, 29 April 2015 pukul 16:30 WITA — Dilihat 2,253 kali
Bagikan Tulisan Ini

Pendidikan mengemban amanah untuk mengedepankan proses pembelajaran yang mampu untuk menjawab tantangan kehidupan di masa depan. Selama ini pendidikan kurang merambah aspek kehidupan sosial dan masyarakat yang berkembang pesat. Akibatnya, kehidupan global dengan budaya pop lebih mewarnai perkembangan aspek kepribadian generasi muda.

Model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik dapat menjadi solusi dalam menjawab kesenjangan dunia pendidikan ideal dengan kehidupan realistis yang dihadapi siswa dewasa ini. Lewat pembelajaran konstruktivistik siswa akan mampu untuk melihat dan memahami realitas, mengembangkan kemampuan berpikir dan melibatkan perasaan yang memotivasi mereka untuk berbuat sesuatu yang konkrit. Ide sentral teori konstruktivistik menyebutkan bahwa proses belajar merupakan proses pengonstruksian pengetahuan.

Terdapat dua pandangan konstruktivistik, yaitu konstruktivistik kognitif yang dicetuskan oleh Jean Piaget dan konstuktivistik sosial dari Vigotsky. Perbedaan kedua teori tersebut terletak pada penekanan pada proses konstruksi dan peran agen pemenuhannya. Vigotsky menempatkan konteks sosiokultural sebagai pembentuk struktur kognitif dan bahasa seseorang. Piaget menekankan tahapan perkembangan kognitif sebagai syarat bagi pemerolehan pengetahuan dan keterampilan dalam berpikir.

Inti dari aplikasi pendekatan konstruktivistik dapat ditemui dalam pembelajaran kooperatif, model belajar penemuan (inquiry), model jigsaw, cooperative scripting dan model investigasi kelompok. Unsur filosofi dalam pembelajaran konstruktivistik yaitu kebebasan dan keberagaman. Kebebasan yang dimaksud ialah kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau dilakukan individu. Keberagaman yang dimaksud yaitu individu menyadari bahwa dirinya berbeda dengan orang lain.

Pembelajaran konstruktivistik akan lebih baik dengan menggunakan sumber belajar yang bervariasi. Dalam hal ini siswa membentuk interpretasi mereka sendiri terhadap data atau fakta. Beberapa hal yang perlu menjadi acuan dalam pembelajaran dengan strategi konstruktivistik, yaitu mengutamakan pembelajaran yang bersifat nyata dalam konteks yang relevan, mengutamakan proses, menanamkan pembelajaran dalam konteks pengalaman sosial, dan pembelajaran dilakukan dalam upaya mengkonstruksi pengalaman.

Pandangan konstruktivistik mengarahkan perhatian pada bagaimana seseorang mengonstruksi pengetahuan dan pengalamannya, struktur mental dan keyakinan yang digunakan untuk menginterpretasikan objek dan peristiwa-peristiwa. Jika hal ini dijadikan asumsi dalam evaluasi, maka evaluasi haruslah bersifat individual dan disesuaikan dengan konteks pembelajaran. Hal ini dikarenakan proses belajar berawal dari pengetahuan awal siswa yang tidak sama dan kegiatan belajar mengacu pada proyek-proyek yang dilakukan siswa sesuai dengan pilihannya.


Jumlah Hits538
KetersediaanUnlimited
Ukuran File49.86 KB
Tanggal Upload29 April 2015
  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
  • N/A
  • Berita Sukma
    Diposting pada lembaga pers tanggal 29 Mei 2017 pukul 9:35 pm

    BSukma_Sejak pukul 7:30 waktu setempat, telah terlihat antrian di gedung abu-abu atau Siakad oleh para orang tua dan calon mahasiswa baru untuk mengambil surat kelulusan pasca pengumuman pada tanggal …

    AKSI DEMI MATA KULIAH WAJIB
    Diposting pada lembaga pers tanggal 24 Mei 2017 pukul 6:11 pm

    AKSI DEMI MATA KULIAH WAJIBTak seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya, mahasiswa jurusan PGMI di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini harus melakukan pementasan guna memperoleh nilai akhir masa …

    PERNYATAAN SIKAP AKTIVIS PERS MAHASISWA KALIMANTAN SELATAN
    Diposting pada lembaga pers tanggal 23 Mei 2017 pukul 1:18 pm

    PERNYATAAN SIKAP AKTIVIS PERS MAHASISWA KALIMANTAN SELATANMelaksanakan kegiatan jurnalistik dijamin oleh UU no. 40 tahun 1999, dan kebebasan melakukan aksi dijamin oleh UU no. 9 tahun 1998. Namun …

    To Top