Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Tokoh Psikologi Kumpul di IAIN Antasari Seminarkan “Epistemology of Islamic Psychology
Filed Under: Rabu, 19 Agustus 2015 pukul 04:18 WITA — Dilihat 816 kali
Bagikan Tulisan Ini
IMG_5848[1]

Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari yang salah satunya mempunyai Prodi Psikologi Islam mengumpulkan para tokoh psikologi dan filsafat dalam wadah seminar nasional bertemakan Epistemology of Islamic Psychology, Rabu (16/8) bertempat di Aula Jafri Zam-zam. Para pembicara seminar ini terdiri dari dosen dan guru besar psikologi dan filsafat yang berasal dari dosen UI, UGM, IAIN Antasari, Sadra International Institut dan Asosiasi Psikologi Islam seperti Dr. Husein Heryanto, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, MA, Prof. Dr. Subandi, MA dan Dr. Abdelaziz Abbacy.

Dalam sambutan Rektor yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan lembaga Prof. Dr. H. Syaifuddin Sabda, M.Ag menyampaikan bahwa “kehadiran Psikologi Islam sangat diharapkan dalam menyikapi perkembangan Ilmu Psikologi Kontemporer, sehingga seminar ini dapat bermanfaat dalam pengembangan Ilmu Psikologi ke depan”, ujar Sabda. Usaha menawarkan dan membawa pendekatan alternatif ini ke titik yang lebih jauh tentunya sangat menantang dan patut didukung. hal ini dapat dilihat dengan makin diarahkannya Psikologi Islam ke bentuk keilmuan yang lebih terstruktur, independen dan bernilai praktis, melalui sejumlah proses pengadaptasian prinsip-prinsip penting keilmiahan modern agar menghasilkan keabsahan yang sama dan sejajar dihadapan mahzab-mahzab lain di dunia psikologi mainstream.

Dalam pemaparannya Dr. Husein Heryanto dosen UI dan Sadra International Institut menyampaikan pentingnya Psikologi Islam, karena berangkat dari kegelisahan dan keresahan dari pakar Ilmu Psikologi terhadap keilmuannya sendiri. Seperti di kutip beliau dari pernyataan Prof. Dr. Toeti Heraty Sooseno bahwa Psikolog banyak berbicara tentang kesehatan mental dan kebahagian, tetapi mental mereka sendiri rapuh dan mereka umumnya tidak berbahagia karena ilmunya. Atau terbitnya buku Saatnya Aku Belajar Pacaran yang dikarang oleh Toge Aprilianto menuai kontroversi dan reaksi yang tajam sehingga harus ditarik dari peredaran. “Berkaca dari fakta ini maka menjadi sebuah tantangan bagi sarjana muslim untuk berkontribusi membangun paradigma Ilmu Psikologi yang lebih humanistik, holistik dan berdimensi spritual transendental sebagaimana pembuktian keniscayaan Ilmu Hudhuri yang dikenalkan Mehdi Ha’iri Yazdi dan Teori persepsi Mulla Shadra”, ujar Husein.

Selain itu pembicara dari Sadra International Institut Dr. Abdelaziz Abbacy membahas psikologi dari sudut pandang Al Quran, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, MA membahas Konstribusi Tasawuf dalam Pengembangan kajian Psikologi Islam serta Prof. Dr. Subandi, MA yang juga ketua Asosiasi Psikologi Islam (API) membahas Kebijakan Pengembangan Psikologi Islam.

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
  • N/A
  • Berita Sukma
    Diposting pada lembaga pers tanggal 29 Mei 2017 pukul 9:35 pm

    BSukma_Sejak pukul 7:30 waktu setempat, telah terlihat antrian di gedung abu-abu atau Siakad oleh para orang tua dan calon mahasiswa baru untuk mengambil surat kelulusan pasca pengumuman pada tanggal …

    AKSI DEMI MATA KULIAH WAJIB
    Diposting pada lembaga pers tanggal 24 Mei 2017 pukul 6:11 pm

    AKSI DEMI MATA KULIAH WAJIBTak seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya, mahasiswa jurusan PGMI di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini harus melakukan pementasan guna memperoleh nilai akhir masa …

    PERNYATAAN SIKAP AKTIVIS PERS MAHASISWA KALIMANTAN SELATAN
    Diposting pada lembaga pers tanggal 23 Mei 2017 pukul 1:18 pm

    PERNYATAAN SIKAP AKTIVIS PERS MAHASISWA KALIMANTAN SELATANMelaksanakan kegiatan jurnalistik dijamin oleh UU no. 40 tahun 1999, dan kebebasan melakukan aksi dijamin oleh UU no. 9 tahun 1998. Namun …

    To Top