Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2016
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Tim Kemenag Tanah Laut dan IAIN Rukyah Hilal Bersama di Gunung Kayangan
Filed Under: Rilis Berita Kamis, 25 Juni 2015 pukul 00:51 WITA — Dilihat 720 kali
Bagikan Tulisan Ini
kayangan 2

Untuk menentukan awal Ramadhan 1436 H tahun ini, Tim Kementerian Agama Tanah Laut menurunkan tim rukyah untuk memantau hilal pada Selasa (16/06/2015) bertepatan 29 Syaban 1436 H di lokasi rukyah Gunung Kayangan Desa Ambungan Tanah Laut.

Hadir pada acara rukyah Rusmadi, S.Ag. Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Laut, Kasi Hisab Rukyat dan Pembinaan Syariah Abdurrahman S.Ag., dan jajarannya, Pengadilan Agama Tanah Laut, Anggota Majelis Ulama Indonesia Tala, tokoh-tokoh ormas keislaman dan kemasyarakatan serta mengundang pula pakar ilmu falak IAIN Antasari Akhmad Syaikhu.

Pada acara pembukaan Kemenag Tala, Rusmadi menyampaikan terimakasih atas kehadiran semua pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan rukyah hilal. “Hari ini serentak dari ratusan titik rukyah di seluruh Indonesia melaksanakan pengamatan hilal. Jika dari salah satu atau lebih titik ada yang menyaksikan hilal maka esok ditentukan sebagai awal Ramadan, apabila tidak ada yang melihat maka sesuai ketentuan syari’ah bulan Syaban akan digenapkan 30 hari dan awal puasa dilaksanakan lusa pada Kamis 18 Juni 2015,” ujarnya.

Sementara pakar Ilmu Falak, Akhmad Syaikhu menjelaskan bahwa secara umum di seluruh Indonesia pada 29 Syaban 1436 H posisi hilal negatif, artinya bulan terbenam lebih awal dari matahari. Dengan demikian menurut Syaikhu impossible hilal dapat diamati. “Apabila ada di suatu tempat di Indonesia yang mengklaim melihat hilal kesaksian itu harus ditolak, yang dilihatnya pasti bukan hilal tetapi objek langit lain yang serupa atau diduga hilal,” tegasnya.

Peta Visibilitas Hilal 16 Juni 2015 M / 29 Syaban 1436 H berdasarkan Kriteria ODEH

Peta Visibilitas Hilal 16 Juni 2015 M / 29 Syaban 1436 H berdasarkan Kriteria ODEH

Akhmad  Syaikhu menambahkan, “Dari titik observasi hilal di Gunung Kayangan yang terletak pada titik koordinat 3°43’00.57”S – 114°45’05.21”E dan Elev 77m di atas permukaan laut berdasarkan hisab ijtima’ terjadi Selasa 16  Juni 2015 pukul 22:05:19 Wita, sunset terjadi 18:18:50 WITA  di azimuth 293° 20’ 05” sedangkan moonset 18: 15:18 WITA. Ketinggian hilal mar’i saat sunsets -03° 14’ 25” dan usia bulan -3 Jam 46 menit 22 detik. Data-data hisab ini sudah cukup untuk menyatakan bahwa pada hari ini hilal mustahil teramati dari lokasi ini,” jelasnya.

Syaikhu lebih lanjut menjelaskan peta visibilitas hilal berdasarkan kriteria ODEH, “Dari lokasi pengamatan di Indonesia seluruhnya berada pada daerah berarsir merah, termasuk pula wilayah Asia Timur, Asia Tengah, Erofa Timur, Erofa barat, australia, Afrika, artinya di wilayah-wilayah tersebut  impossible atau mustahil rukyah karena hilalnya masih berada di bawah ufuk. Dengan demikian insya Allah bulan Syaban 1436 H akan digenapkan dan pemerintah Indonesia akan menetapkan 1 Ramadhan 1436 H insya Allah kamis 18 Juni 2015,” ujarnya. (AS/HMM).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
Sedasawarsa Wacana IAIN Menjadi UIN: (Selangkah yang sangat Panjang)
Diposting pada lembaga pers tanggal 6 Desember 2016 pukul 5:05 pm

Sedasawarsa Wacana IAIN Menjadi UIN: (Selangkah yang sangat Panjang)Oleh: Taufik Rahman(Anggota LPM SUKMA, Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga angkatan 2013).. cepat atau lambat, IAIN akan berubah ke …

SADZALI GERAM PARKIRAN USHULUDDIN DIPENUHI MAHASISWA SYARIAH
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:35 am

                 foto: Yunita SariBSukma- Parkir kendaraan kembali menuai protes, kali ini datang dari Fakultas …

Pemimpin vs Pemimpin Realitas Pemimpin dalam Program PKMD
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:20 am

penulis: Moh Husni Dalam pewayangan Sindhunata pernah berkata, rakyat adalah digdaya tanpa aji. Maksudnya rakyat memiliki kekuatan namun tanpa harga diri dan nilai. Karena itu pemimpin adalah …

To Top