Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2016
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Sekjen: “Ini Periode Transformasi Emas Pendidikan Islam!”
Filed Under: Rilis Berita Jumat, 14 Februari 2014 pukul 08:58 WITA — Dilihat 996 kali
Bagikan Tulisan Ini
Bahrul Hayat PhD

Di sela-sela Pengarahan terkait Rapat Kerja dan Sosialisasi Anggaran IAIN Antasari Tahun 2014, (29/01) di Novotel Banjarbaru, Sekjen Kemenag RI H Bahrul Hayat PhD menegaskan bahwa preservasi peradaban itu bermula dari pendidikan. Pendidikan adalah instrumen preservasi terkuat.

Menurut Sekjen, lima tahun ke depan menjadi periode “i-Higra”: Islamic Higher Education Golden Transformation. “Lima tahun akan datang harus dijadikan periode transformasi emas pendidikan Islam. Jangan hanya generasi emas, tapi alat transformasinya juga emas, yaitu lembaga pendidikan,” ujar Sekjen.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki lembaga pendidikan Islam terbanyak. “Kita memiliki sekitar 3 ribu lembaga pendidikan tinggi, lebih dari seperempatnya adalah PTAI. Kalau kita ingin mengubah Indonesia, sudah saatnya kita memikirkan PTAI,” tukas Sekjen.

Sekjen menekankan bahwa i-Higra hanya bisa dilaksanakan bila lima misi dipegang. Lima misi itu adalah menjadi pusat utama (center of excellence) studi Islam, produsen cendikiawan-cendikiawan muslim (producer of Islamic Scholars), penjaga nilai-nilai Islam (guidance of Islamic Values), penyuluh api dan penyampai pesan keislaman, dan pembangun peradaban Islam.

Lima Transformasi

Oleh karena itu, lanjut Sekjen, mesin IAIN Antasari ini mesti diubah agar dapat membawa misi besar di atas. Dan yang harus ditransformasi adalah lima hal, yaitu akademik, sumber daya manusia, infrastruktur, manajemen, dan kultur.

Terkait transformasi akademik, Sekjen menginstruksikan agar seluruh sistem IAIN Antasari dibuat menjadi yang terbaik. Baik itu kurikulum ataupun proses belajar dan pengajaran/akademik. “Ini hanya membutuhkan energi yang besar, bukan uang,” tekan Sekjen.

Sementara dalam bidang transformasi Sumber Daya Manusia (Human Resources Transformation), Sekjen berpesan agar semua dosen ke depan minimal S-3 dan harus bermimpi menjadi guru besar. “Jangan jadi dosen tidak mimpi jadi guru besar,” ujar dia di hadapan hadirin yang menyimak dengan serius.

Human Resource Development adalah tanggungjawab pemerintah yang terbesar. Kita punya dana wakaf pendidikan sekitar 16 Triliun. “Sehingga tidak alasan tidak ada biaya untuk melanjutkan studi,” tukas Sekjen.

Justru salah satu tantangan besar dalam transformasi sumber daya manusia ini, imbuh Sekjen, adalah kita kurang mau berkompetisi di universitas beken di dunia.

Adapun transformasi infrastruktur sudah merupakan keharusan yang mesti dilakukan. “Perguruan tinggi harus berpikir seratus bahkan seribu tahun ke depan,” ucap Sekjen.

Selain itu, transformasi manajemen (management transformation) juga diperlukan. Pasalnya, untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh sivitas akademika dan membudayakan keterbukaan, PT memerlukan perubahan di bidang manajemen. “Kita mendorong agar semua PTAIN menjadi BLU, agar lebih transparan,” kata Sekjen.

Yang terakhir, menurut Sekjen, untuk mewujudkan misi di atas, adalah transformasi kultural. Transformasi ini, ujar dia, dapat dilakukan dengan dua cara, cara memaksa atau melalui keteladanan yang baik (uswah). “Membangun kultur baru, yang membangun kebersamaan, kedinamisan, moral dan seluruh tata norma masyarakat,”  imbuh Sekjen. (Hikam).

 

 

 

 

 

 

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
SADZALI GERAM PARKIRAN USHULUDDIN DIPENUHI MAHASISWA SYARIAH
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:35 am

                 foto: Yunita SariBSukma- Parkir kendaraan kembali menuai protes, kali ini datang dari Fakultas …

Pemimpin vs Pemimpin Realitas Pemimpin dalam Program PKMD
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:20 am

penulis: Moh Husni Dalam pewayangan Sindhunata pernah berkata, rakyat adalah digdaya tanpa aji. Maksudnya rakyat memiliki kekuatan namun tanpa harga diri dan nilai. Karena itu pemimpin adalah …

Lukisan Kehidupan
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 8:53 am

Sumber GoogleKarya: Siti Bulqis RadinahHidup bagai roda yang berputarKadang di atas kadang di bawahDan balik ke atas balik ke bawahBegitulah retak kehidupanJatuh bangun bukan bermakna kita kalahDan …

To Top