Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Romahurmuziy Sampaikan Kuliah Umum di IAIN Antasari
Filed Under: Kamis, 16 April 2015 pukul 04:06 WITA — Dilihat 1,112 kali
Bagikan Tulisan Ini
DSC_0089

Menyahuti berbagai isu keislaman dan Kebangsaan, IAIN Antasari gelar Forum Informasi Ilmiah bertajuk “Dinamika Islam, Politik, dan Demokrasi Di Indonesia” menghadirkan narasumber Ir. H. Muchammad Romahurmuziy, MT  anggota komisi III DPR-RI  pada Rabu 15 April 2015. Romy panggilan akrab Romahurmuziy yang juga Ketua Umum DPP PPP dan antara lain menguraikan Relasi antara Islam, Politik, dan Demokrasi dihadapan ratusan civitas academic IAIN Antasari. Dalam kesempatan itu hadir pula Gubernur Kalimantan Selatan Drs H. Rudy Arifin, MM, Aditya Mufti Arifin (Anggota Komisi III DPR-RI), Suwardi, S.Ag (Ketua Komisi IV DPRD Kalsel) dan Kakanwil Kemenag Kalsel Drs. H. M. Thamberin, M.MPd.

“Selama ini Terjadi Pro dan Kontra hubungan antara Islam dan Demokrasi di Indonesia. Ada yang berpandangan Islam bisa bersanding dengan demokrasi, sementara yang lain menganggap Islam berseberangan dengan Demokrasi. Satu pihak menghendaki bahwa penerapan Islam itu harus berwujud pada adanya Negara. Sementara yang lainnya menghendaki penegakan syari’at Islam tanpa harus mewujudkan Negara Islam” tutur Romy.

Menanggapi tentang perkembangan Radikalisme dengan dalih menegakkan Negara Islam menurut Romy tidak bisa dibenarkan. “Mengacu pada sejarah Nabi Muhammad SAW selama memimpin Negara Madinah tidak menamakannya sebagai Negara Islam. Namun, Nabi cukup  menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai dasar  dengan tetap memelihara hak dan kewajiban kaum Yahudi dan Nasrani tetap dijamin dengan syarat-syarat tertentu. Itulah hakikat Islam sebagai rahmatan lil alamin”, pungkas Romy.

Di dalam sambutannya Gubernur Kalsel Drs, H. Rudy Arifin, MM menyampaikan kegembiraannya melihat perkembangan IAIN sekarang. Ia berharap agar kedepan dengan menjadi UIN akan melahirkan seorang yang bukan saja ahli dalam agama, tetapi mampu berbicara politik, ekonomi, dan ilmu-ilmu lainnya lebih banyak. “Oleh karena itu kami merasa terorong dan bertanggungjawab untuk mewujudkan IAIN menjadi UIN dan membantu apa saja yang bisa kami bantu”.

Sementara Rektor, Prof. Dr. H. A. Fauzi Aseri, MA di dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah banyak membantu IAIN untuk usaha menuju peningkatan status menjadi UIN. Mewujudkan UIN menurut Fauzi membutuhkan dukungan berbagai pihak. “Untuk mempercepat proses itu selain upaya kita di daerah, tentu juga membutuhkan dukungan dari atas, termasuk dukungan saudara Romahurmuziy sebagai anggota DPR-RI.”

Selain acara forum informasi ilmiah, juga dirangkai dengan penandatanganan MoU antara IAIN Antasari dengan pihak Kompas TV, BKKBN, BMT Ummah dan STIQ Amuntai.

Rilis: Akhmad Syaikhu (Humas IAIN Antasari)

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
  • N/A
  • Berita Sukma
    Diposting pada lembaga pers tanggal 29 Mei 2017 pukul 9:35 pm

    BSukma_Sejak pukul 7:30 waktu setempat, telah terlihat antrian di gedung abu-abu atau Siakad oleh para orang tua dan calon mahasiswa baru untuk mengambil surat kelulusan pasca pengumuman pada tanggal …

    AKSI DEMI MATA KULIAH WAJIB
    Diposting pada lembaga pers tanggal 24 Mei 2017 pukul 6:11 pm

    AKSI DEMI MATA KULIAH WAJIBTak seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya, mahasiswa jurusan PGMI di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini harus melakukan pementasan guna memperoleh nilai akhir masa …

    PERNYATAAN SIKAP AKTIVIS PERS MAHASISWA KALIMANTAN SELATAN
    Diposting pada lembaga pers tanggal 23 Mei 2017 pukul 1:18 pm

    PERNYATAAN SIKAP AKTIVIS PERS MAHASISWA KALIMANTAN SELATANMelaksanakan kegiatan jurnalistik dijamin oleh UU no. 40 tahun 1999, dan kebebasan melakukan aksi dijamin oleh UU no. 9 tahun 1998. Namun …

    To Top