Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Perguruan Tinggi Islam dalam Persaingan Global
Filed Under: Rilis Berita Rabu, 10 Juni 2015 pukul 03:00 WITA — Dilihat 673 kali
Bagikan Tulisan Ini
Muslim Students Take Part In Faith And Fashion Initiative

Prof Dr H Komaruddin Hidayat MA Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2006 – 2010 dan 2010 – 2014, menyampaikan ceramah berkaitan peran perguruan tinggi Islam dalam persaingan global di hadapan sivitas akademika IAIN Antasari, Selasa, 9 Juni 2015. Pengalaman panjang Komaruddin sebagai mantan Rektor UIN Jakarta dan berbagai jabatan lain membuat ceramahnya memukau undangan. Komaruddin menyampaikan materi dengan komunikatif dan berbobot di hadapan ratusan undangan yang memenuhi Aula Zafry Zamzam Rektorat IAIN Antasari.

Mengawali penyampaian ceramahnya, Komaruddin memaparkan hal-hal yang mendasar bagi umat Islam sebelum menjadikan perguruan tinggi Islam menjadi model dan inspirasi dunia. Komaruddin memaparkan tradisi teks sangat berjasa dalam memunculkan ulama dan ilmuwan. Dalam konteks Indonesia, organisasi Islam banyak berperan dalam mendirikan Negara Indonesia. “Di Indonesia umat Islam utamanya organisasi berakar Islam berjasa dalam pendirian republik ini dengan organisasi Syarikat Islam, Budi Utomo, NU, Muhammadiyah dan lain-lain,” papar Komaruddin.

Mas Komar—panggilan akrabnya, menyebut globalisasi mendorong kebangkitan ideologi ethno religion yang berpotensi menimbulkan konflik. Ia mencontohkan adanya perda keagamaan yang terinspirasi dari perda syariah. “Kalo umat islam menggunakan kata-kata syariah dalam pembuatan perda, maka agama lainnya akan ikut-ikutan membuat perda semisal itu,” bebernya. Oleh karena itu untuk membela Islam tidak lain dengan cara memajukan Islam. Ia menyimpulkan, cara yang lebih utama dengan memajukan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi Islam lebih bermutu dan bertaraf internasional.

Islam nusantara berpeluang tampil sebagai model dan inspirasi dunia dengan menjadikan perguruan tinggi Islam sebagai pusat peradaban yang akhirnya akan melahirkan ilmuwan, teknokrat dan pemimpin bangsa. “Perguruan tinggi Islam dapat mengambil peran sebagai pusat peradaban dan model dengan berbagai macam program studi sehingga para ilmuwan, teknokrat dan pemimpin bangsa dapat disiapkan di perguruan ini,” urai Komaruddin. Dengan demikian, Islam Indonesia diharapkan menjadikan rahmatan lil alamin bagi Indonesia dan semesta alam dengan membangun keunggulan sains, politik dan ekonomi yang didasarkan etika islam. (Junaidi).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
BUAF Berhasil Tarik 12 Perguruan Tinggi
Diposting pada lembaga pers tanggal 19 Juli 2017 pukul 4:11 am

SukmaBorneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) merupakan forum ilmiah bagi para mahasiswa, yang baru dibentuk sekitar dua tahun lalu. Keberadaan forum ini sebagai jawaban atas keresahan para dosen, …

Berita Sukma
Diposting pada lembaga pers tanggal 29 Mei 2017 pukul 9:35 pm

BSukma_Sejak pukul 7:30 waktu setempat, telah terlihat antrian di gedung abu-abu atau Siakad oleh para orang tua dan calon mahasiswa baru untuk mengambil surat kelulusan pasca pengumuman pada tanggal …

AKSI DEMI MATA KULIAH WAJIB
Diposting pada lembaga pers tanggal 24 Mei 2017 pukul 6:11 pm

AKSI DEMI MATA KULIAH WAJIBTak seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya, mahasiswa jurusan PGMI di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini harus melakukan pementasan guna memperoleh nilai akhir masa …

To Top