Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Penentu Efektivitas ToT
Filed Under: Rilis Berita Rabu, 20 Agustus 2014 pukul 07:43 WITA — Dilihat 690 kali
Bagikan Tulisan Ini
banner-training

Setidaknya ada tiga hal yang penting karena sangat menentukan efektivitas ToT, yaitu metode pelatihan yang digunakan, karakteristik keterampilan yang dilatihkan/tugas pelatihan, dan pilihan kriteria evaluasi pelatihan.

Hal itu disampaikan Rektor IAIN Antasari Prof Dr H Akh Fauzi Aseri MA ketika memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Fasilitator (Training of Trainers) Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Antasari, Selasa, (19/8/2014) di Auditorium IAIN Antasari Banjarmasin.

“Tiga hal ini sangat menentukan efektivitas program pelatihan. Oleh karena itu, kami berharap agar tiga hal tadi harus diliat sebagai satu kesatuan dalam modul yang telah disusun,”ujar Guru Besar fakultas Syariah dan Ekonomi Islam itu.

Rektor juga menyampaikan rasa bahagia dan syukur atas dilaksanakannya kegiatan pelatihan fasilitator itu. OPAK tahun ini, ujar Rektor, direncanakan jauh-jauh hari melalui berbagai proses, sejak tahap perumusan hingga nanti tahap implementasi dan evaluasi.

Menurut Rektor, siapa pun bisa menjadi pelatih/trainer/fasilitator, tapi mungkin tidak mudah menjadi seorang pelatih yang baik. Kegiatan pada hari ini diperlukan bagi para pelatih untuk mengembangkan keterampilan mereka untuk menjadi pelatih yang baik, menjadi fasilitator yang baik.

“Saya teringat satu tulisan di Journal of Pakistan Medical Associaton pada tahun 2014 ini yang menyebut bahwa pada kenyataannya, banyak orang yang memiliki peran utama dalam pendidikan, yaitu manajer administrasi yang mengembangkan kurikulum atau mereka yang berada dalam posisi pengambilan keputusan, justru masih perlu meningkatkan diri melalui seminar, evaluasi mahasiswa, lokakarya, kursus akademis, konsultasi dan micro-techniques. Hal ini hanya mungkin dengan pelatihan untuk pelatih untuk mentransfer perkembangan di bidang pendidikan untuk para pelatih/fasilitator,” tukas Rektor.

Ini, imbuh Rektor, menunjukkan bahwa semangat mengembangkan ketrampilan dan keilmuan harus menjadi “budaya mayor” di lingkungan kita, tanpa melihat posisi dan kedudukan struktural dan sosial. (MHM).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
WANITA BERTASBIH
Diposting pada lembaga pers tanggal 9 September 2017 pukul 2:51 pm

Wanita berjubah hitam di wajahnya, selalu membawa ibadah dan doa setiap langkahnya. Ada lelaki di dalam doanya, dan ibadah adalah nafas dari perjalanan setiap penantiannya.***Suatu ketika cuaca …

Dema Uin Antasari Gelar Aksi Peduli Rohingya
Diposting pada lembaga pers tanggal 7 September 2017 pukul 2:12 pm

DEMA UIN Antasari berhasil mengantongi uang sebesar  7.501.000 rupiah dari perolehan aksi yang diselenggarakan pada Kamis pagi, (07/09) di taman hijau (tajau) kampus.  Kegiatan bertajuk …

PERKENALAN UKM/UKK DI PBAK KURANG EFEKTIF
Diposting pada lembaga pers tanggal 30 Agustus 2017 pukul 1:22 pm

Tidak adanya jadwal rolling dalam perkenalan UKM/UKK di PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) tahun ini membuat beberapa UKM kecewa. Mereka yang kecewa menilai UKMnya kurang maksimal …

To Top