Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2016
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Mencari Putusan Pengadilan Dilombakan
Filed Under: Pengumuman Selasa, 28 Januari 2014 pukul 11:17 WITA — Dilihat 734 kali
Bagikan Tulisan Ini
lomba_cari_putusan

Sejumlah Fakultas Syariah dan Hukum di Indonesia, termasuk di antaranya Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Antasari menyelenggarakan lomba mencari putusan pengadilan di direktori Mahkamah Agung (MA) untuk para mahasiswa syariah atau hukum yang masih aktif. Peserta maksimal berusia 23 tahun.

Ada tujuh fakultas syariah dan fakultas hukum yang bekerja sama untuk menyelenggarakan lomba ini. Yakni, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, IAIN Antasari Banjarmasin, Universitas Mataram, Universitas Islam Bandung (Unisba), UIN Sunan Kalijagadan UIN Alauddin Makassar.

Lomba ini bertujuan untuk memberi pengenalan kepada mahasiswa syariah dan hukum terhadap usaha MA selama ini yang telah mempublikasikan putusannya melalui situs resminya. Setidaknya ada 600 ribu putusan yang sudah dipublikasikan di Direktori Putusan MA.

Meskipun demikian, banyak pula mahasiswa yang belum sadar terhadap hal tersebut. “Padahal para mahasiswa bisa belajar dan mengkaji putusan-putusan itu,” ujar Deni K Yusup, program manager Lomba Putusan (3/1).

Lomba ini juga sebagai rangkaian dengan reformasi peradilan yang sedang digalakan oleh MA. Semakin banyak orang yang membaca dan mengkaji putusan, maka itu merupakan hal yang positif bagi MA dan peradilan di bawahnya.

Dua Kategori

Deni menjelaskan lomba ini dibagi menjadi dua kategori. Yakni, perorangan dan kelompok (masing-masing kelompok terdiri 3 orang). Penyelenggara menargetkan 2000 berkas yang akan masuk melalui enam zona sesuai dengan lokasi masing-masing penyelenggara. Dari 2 ribu berkas itu, maka akan disaring menjadi 120 berkas.

“Di babak final, akan disaring kembali menjadi 10 peserta perorangan dan 5 peserta kelompok,” ujarnya.

Para peserta akan bertarung berdasarkan enam zona wilayah. Yakni, Sumatera; Jawa I (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat); Jawa II (DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur); Kalimantan; Sulawesi dan Indonesia Timur; serta wilayah Bali, NTB dan NTT.

Lebih lanjut, Deni menuturkan untuk tata cara, aturan lomba, penyusunan berkas, dan metode penilaian bisa dilihat di website resmi penyelenggara lomba. Sedangkan, aturan untuk babak final masih dirahasiakan. “Kami mengasumsikan di babak awal, para peserta masih bisa dibantu oleh dosen mereka. Tapi, di babak final, mereka harus bekerja sendiri. Makanya, aturannya masih kami rahasiakan,” ucap Deni.

Berdasarkan pengumuman panitia penyelenggara di website resmi mereka, juara 1 kategori perseorangan akan mendapat hadiah Rp7,5 juta dan Juara 1 kategori akan mendapat hadiah Rp 22,5 juta. Selain dipanitiai oleh tujuh fakultas syariah dan fakultas hukum di Indonesia bekerja sama dengan Kepaniteraan MA, lomba yang juga disponsori oleh Kemitraan Australia Indonesia untuk Keadilan (AIPJ). (MHM).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
SADZALI GERAM PARKIRAN USHULUDDIN DIPENUHI MAHASISWA SYARIAH
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:35 am

                 foto: Yunita SariBSukma- Parkir kendaraan kembali menuai protes, kali ini datang dari Fakultas …

Pemimpin vs Pemimpin Realitas Pemimpin dalam Program PKMD
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:20 am

penulis: Moh Husni Dalam pewayangan Sindhunata pernah berkata, rakyat adalah digdaya tanpa aji. Maksudnya rakyat memiliki kekuatan namun tanpa harga diri dan nilai. Karena itu pemimpin adalah …

Lukisan Kehidupan
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 8:53 am

Sumber GoogleKarya: Siti Bulqis RadinahHidup bagai roda yang berputarKadang di atas kadang di bawahDan balik ke atas balik ke bawahBegitulah retak kehidupanJatuh bangun bukan bermakna kita kalahDan …

To Top