Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2016
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Mahasiswa Mesti Jadi “Nilai Tambah”
Filed Under: Rilis Berita Kamis, 21 Agustus 2014 pukul 08:13 WITA — Dilihat 619 kali
Bagikan Tulisan Ini
community-service

IAIN Antasari sebagai salah satu perguruan tinggi yang masih mewajibkan KKN bagi mahasiswanya berharap keberadaan mahasiswa KKN menjadi nilai tambah bagi masyarakat.

Hal itu terungkap pada Pelepasan Mahasiswa KKN IAIN Antasari, Kamis pagi (21/8) di Aula Barakat Kantor Bupati Kabupaten Banjar.

“Tentu kami berharap agar keberadaan Saudara menjadi nilai tambah bagi masyarkaat. Jadilah Saudara orang yang diperlukan dan menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” ucap Prof Dr H Syaifuddin Sabda MAg kepada ratusan mahasiswa IAIN yang mengikuti kegiatan.

Oleh karena itu, imbuh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Antasari itu, KKN merupakan bagian dari pembelajaran dan wahana penempaan sebelum terjun ke masyarakat. “Siapkan diri. Belajar sebaik mungkin. Tetapi jangan lupa, KKN merupakan bagian dari tugas akademik, sehingga harus lulus. Untuk mencapai itu, tergantung pada Saudara sendiri,” kata Syaifuddin di hadapan ratusan hadirin.

Selain itu, Syaifuddin mengingatkan pentingnya niat. Sembari mengutip sabda Nabi, Syaifuddin mempersilahkan bila ada hal lain yang positif yang ingin dituju oleh mahasiswa. “Namun yang terpenting, niatnya mesti karena Allah dan Rasuln-Nya,” tukasnya.

“Semoga Allah SWT memberikan hidayah, rahmat dan berkah serta keselamatan dan kesuksesan bagi mahasiswa semua,” ujar Syaifuddin Sabda.

Sementara itu, ketua rombongan KKN IAIN Antasari, Dr H Ridhahani Fidzi MPd menyampaikan bahwa pihaknya sudah memberikan pemahaman kepada peserta KKN sebelum pelepasan ini. “Materinya yaitu sekitar arah dan kebijakan KKN, pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan program, teknik membuat laporan, etika, membangun strategi kerjasama, dan beberapa ketrampilan keagamaan,” ujar Ridhahani yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Antasari itu di sela-sela acara.

Pakar di bidang evaluasi pendidikan itu mengatakan bahwa KKN berbasis pada nilai akademis dan religius. Ridhahani juga menekankan bahwa KKN bertujuan untuk menyiapkan calon sarjana yang mampu memahami kompleksitas masyarakat, dapat menerapkan ilmu keislaman-teknologi-seni, serta ikut membantu pemerintah daerah khususnya pada hal sosial masyarakat dan keagamaan.

Sejalan itu, tambah ayah tiga orang anak itu, sasaran yang ditempuh dari KKN adalah pembangunan pemahaman keagamaan melalui penyuluhan agama, pengembangan suprastruktur dan infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas hidup, dan membentuk qaryah thayyibah (desa bermutu).

“Intinya mahasiswa adalah sedang belajar di dunia nyata,” ujar Ridhahani Fidzi.

Kenalkan Banjar

Bupati Banjar yang diwakili Asisten I Sekda Banjar Dr Hary Supriadi SH MA menyampaikan bahwa hari ini adalah hari baik. Kabupaten Banjar merasa terhormat menjadi bagian dari KKN IAIN Antasari.

Dalam kesempatan itu, Hary menyampaikan perkenalan singkat tentang Kabupaten Banjar. “Yang pertama, luas terluas ketiga setelah 48ribu meter persegi. Kawasan hutannya 52 persen termasuk di antaranya kecamatan Aranio,” ucap Hary.

Hary juga menyampaikan bahwa terdapat 277 desa di Kabupaten Banjar. Desa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah Banjar. “Kebijakan Bupati untuk membuat jalan poros desa, membangun kantor kepala desa, karena ujung tombok adalah desa. Ini dilakukan sejak awal bapak bupati menjabat,” ujar Haris.

Yang menarik, Hary menyampaikan bahwa Kabupaten Banjar secara nasional merupakan daerah dengan penduduk miskin terendah ke-6. “Kita memiliki 2,7 persen penduduk miskin. Secara nasional, kita yang terendah keenam. Sementara Kalsel jumlah penduduk miskinnya terendah ketiga secara nasional. Ini berarti Kabupaten Banjar sangat berkontribusi terhadap capaian prestasi provinsi itu. APBD Kabupaten Banjar juga relatif tinggi yaitu sekitar 1,2 triliun, di antaranya 150 milyar Rupiah merupakan PAD,” ungkap Hary.

“Manfaatkan (KKN, red) untuk belajar memecahkan masalah di masyarakat. Kami siap memfasilitasi kegiatan. Lulus dapat nilai A. Cepat skripsi. Cepat lulus. Cepat begawi. Cepat kawin. Mudah-mudahan, pulangnya 370 orang, tidak bertambah atau berkurang,” pungkas Hary menyemangati mahasiswa.

Seperti diketahui, Kuliah Kerja Nyata IAIN Antasari kali ini diikuti 370 orang mahasiswa dan 12 orang supervisor. Lokasi KKN menempati 62 desa yang tersebar di enam kecamatan. Kecamatan itu adalah Aranio, Karang Intan, Sambung Makmur, Simpang Empat, Pengaron, dan Sungai Pinang. KKN direncanakan berlangsung selama dua bulan, yaitu sejak Kamis, 21 Agustus 2014 hingga Selasa 21 Oktober 2014. (MHM).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
SADZALI GERAM PARKIRAN USHULUDDIN DIPENUHI MAHASISWA SYARIAH
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:35 am

                 foto: Yunita SariBSukma- Parkir kendaraan kembali menuai protes, kali ini datang dari Fakultas …

Pemimpin vs Pemimpin Realitas Pemimpin dalam Program PKMD
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:20 am

penulis: Moh Husni Dalam pewayangan Sindhunata pernah berkata, rakyat adalah digdaya tanpa aji. Maksudnya rakyat memiliki kekuatan namun tanpa harga diri dan nilai. Karena itu pemimpin adalah …

Lukisan Kehidupan
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 8:53 am

Sumber GoogleKarya: Siti Bulqis RadinahHidup bagai roda yang berputarKadang di atas kadang di bawahDan balik ke atas balik ke bawahBegitulah retak kehidupanJatuh bangun bukan bermakna kita kalahDan …

To Top