Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Mahasiswa Falak Latihan Rukyah
Filed Under: Rilis Berita Rabu, 24 Juni 2015 pukul 01:52 WITA — Dilihat 594 kali
Bagikan Tulisan Ini
DSC_0100

Untuk memberikan keterampilan rukyah hilal, mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Antasari gelar  latihan Rukyah Hilal pada Rabu (17 /06/2015 M atau 30/08/1436 H) di Pantai Takisung Pelaihari Tanah Laut. Latihan rukyah sengaja dilakukan pada tanggal 30 Syaban dengan harapan hilal dapat terlihat. Sebagaimana diketahui sehari sebelumnya, yaitu tanggal 29 Syaban 1436 hilal tidak mungkin dirukyat karena ketinggiannya sekitar minus 3° di bawah ufuk saat terbenam matahari.

“Rukyat  adalah suatu keterampilan yang membutuhkan pengalaman terutama untuk hilal tanggal 29 bulan kamariah.  Cahaya hilal sangat  redup dibandingkan cahaya kuat matahari yang terbenam. Bahkan pada hilal yang visible sekalipun, rukyah pengamat yang belum berpengalaman belum tentu melihatnya. Hilal tanggal 29 cukup sulit dilihat karena tipis seperti goresan benang,” kata Akhmad Syaikhu.

Akhmad Syaikhu menyampaikan hal itu di sela-sela latihan rukyah yang diikuti 30 orang mahasiswa didampingi supervisor kegiatan Ketua Jurusan Hukum Keluarga Dra. Hj. Yusna Zaidah, MH, Dra. Fauziah Hayati, MHI, Dr. Nurcholish, M.Ag dan Rahman Helmy, M.Si.

“Kegiatan rukyah yang dilakukan tanggal 30 Syaban ini lebih pada upaya mengenalkan bentuk hilal, sifat-sifat hilal, dan teknik menggunakan berbagai alat rukyah seperti teropong, binokuler, teodolit, gawang lokasi, dan bagaimana merukyah dengan mata telanjang,” ujar Syaikhu.

DSC_0061Menurut Syaikhu, rukyah yang dilaksanakan tanggal 29 Syaban atau 16 Juni 2015 tidak mungkin dapat melihat hilal. Berdasarkan hasil hisab saat itu di Pantai Takisung  hilal terbenam lebih awal dari matahari, yaitu pukul 18:19:16 Wita, sedangkan matahari terbenam pukul 18:19:16 Wita. Ketinggian hilal saat matahari terbenam sekitar -2° 17’ 28” dan sudut jarak matahari bulan 5° 15’ 23”.

“Pada tanggal 30 Syaban atau 17 Juni selisih ketinggian hilal saat matahari terbenam 10° 48’ 46” dengan sudut jarak bulan matahari 11° 32’ 18”. Kondisi ini visible rukyah  dengan waktu untuk memantau hilal sekitar 43 menit. Namun semuanya akan ditentukan oleh lingkungan atmosfir di lokasi pengamatan seperti faktor awan dan kabut,” tambah Syaikhu.

Akhirnya, sebagaimana dilaporkan pada 30 Syaban dari lokasi pengamatan di Takisung hilal juga tidak terlihat karena factor kabut. Meskipun demikian mahasiswa cukup puas karena menerima mendapatkan pengalaman dan teknik bagaimana merukyah hilal. (AS/MH)

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
LDK Nurul Fata: Idramsyah Akui Tak Tahu Cara Datangkan Habib Dari...
Diposting pada lembaga pers tanggal 26 Maret 2017 pukul 4:20 pm

SukmaSudah dua pekan terakhir, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Nurul Fata yang digawangi oleh mahasiswa-mahasiswa fakultas Tarbiyah dan Keguruan  menghadirkan pen-tausyiah dari Hadhramaut pada …

NEGASI HATI
Diposting pada lembaga pers tanggal 26 Maret 2017 pukul 2:13 pm

Copy right: GooglePernah satu kali namamu tertulis dalam data statistika hatikuPernah jua kususuri diagonal ruang hati berdimensi tigamuNamun tak kusangka, begitu luas melebihi matriks ordo 3x3Bahkan …

PERKEMI: IAIN Menjadi Tuan Rumah
Diposting pada lembaga pers tanggal 26 Maret 2017 pukul 11:52 am

SukmaIAIN Antasari Banjarmasin kini diamanahi menjadi tuan rumah untuk ujian kenaikan tingkat yang diadakan oleh Persatuan Kempo Indonesia (PERKEMI) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pemilihan …

To Top