Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2016
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Lebih Manusiawi, Mendidik dan Menyenangkan
Filed Under: Rilis Berita Senin, 11 Agustus 2014 pukul 03:03 WITA — Dilihat 670 kali
Bagikan Tulisan Ini
Optimized

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr H Mujiburrahman MA pada Workshop OPAK 2014, Senin (11/8) di Aula Rektorat mengungkapkan bahwa OPAK 2014 merupakan rangkaian dari keinginan kita bersama untuk membuat orientasi yang lebih manusiawi, mendidik dan menyenangkan. “Keinginan kita agar orientasi itu bebas dari perploncoan dari senior kepada junior,” ujar intelektual yang juga akrab disapa Mujib itu.

Muib menginformasikan bahwa ada sekitar sepuluh orang yang beberapa kali rapat bersama kami. “Secara bersama-sama kita mencoba menyusun modul ini. Program OPAK terdiri dari dua, yaitu pleno dan klasikal. Yang klasikal akan memerlukan sekitar 60 orang dosen,” ujar pakar sosiologi agama itu. Mujib juga menyampaikan bahwa rencananya pada Rabu dan Kamis depan akan ada evaluasi. Selasa dan Rabu berikutnya akan ada TOT. Setelah itu OPAK akan diadakan pada 26 Agustus 2014. “Kita menginginkan agar OPAK ini merupakan bagian terintegrasi dari seluruh rangkaian program,” kata Mujib.

Yang menarik, Mujib juga melaporkan pembuatan film singkat dalam rangka OPAK yang berjudul ‘Waja Sampai ka Puting’. “Shooting film masih berlangsung. Insya Allah sekitar dua hari lagi shooting selesai,” ucap Mujib.

Strategis

Rektor Prof Dr H Akh Fauzi Aseri MA dalam sambutannya menerangkan bahwa workshop OPAK sangat strategis. Pada prinsipnya, OPAK ditujukan agar OPAK memberikan kedewasaan kepada mahasiswa.

Oleh karena itu, menurut Rektor, kita tidak ingin OPAK hanya meninggalkan kesan terbatas yang tidak mengubah paradigma kesiswaan. “Harus ada perubahan paradigma dari kesiswaan menuju paradigma kemahasiswaan,” tekan Rektor. Kita tidak ingin satu dua yang berhasil dalam orientasi. “Sebuah lembaga berhasil bila ia dapat mencetak orang-orang sukses yang lebih banyak,” tukas Rektor.

Modul OPAK IAIN juga diharapkan agar menjadi model yang khas. “Model itu juga akan menjadi pendekatan yang khas bagi IAIN Antasari,” ujar Rektor. Mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan warna bagi mahasiswa. “Maka para mahasiswa kita harapkan ikut berkontribusi,” tukas Rektor.

Menurut Rektor, setelah level pertama yaitu pengenalan, perlu digali bakat-bakat mahasiswa dan orientasi/tujuan mahasiswa melelui level lanjutan. Level lanjutan tentu hanya dapat diikuti oleh mereka yang memilkii bakat dan kemampuan. “Oleh karena itu, setiap level harus memiliki tujuan yang terukur,” ucap Rektor. (MHM).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
Kegelisahan Mahasiswa Semester Akhir
Diposting pada lembaga pers tanggal 29 November 2016 pukul 8:30 am

catatan mahasiswa oleh: Muhammad IqbalAkhir-akhir ini sering terdengar keresahan atau polemik dari mahasiswa dipucuk semester (red: yang merasa). Saya sendiri sudah semester 5, artinya sudah dua …

LPS AL-Waqar : Lembaga Pengajaran Sederhana Al-Waqar
Diposting pada lembaga pers tanggal 29 November 2016 pukul 8:09 am

essai oleh: Rizali Norhadi Sabtu, 1 oktober 2016. Saya berjumpa dengan kawan-kawan komunitas belajar bernamakan LPS Al-Waqar. Mereka adalah generasi penghuni keresahan intelektual. Gagasan dan …

ANTOLOGI PUISI “MERATUS, HUTAN HUJAN TROPIS” DL 05 JANUARI 2017
Diposting pada lembaga pers tanggal 19 November 2016 pukul 10:41 am

ANTOLOGI PUISI “MERATUS, HUTAN HUJAN TROPIS”Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan Tahun 2017Kawasan Hutan Meratus merupakan kawasan hutan alami yang masih tersisa di Propinsi …

To Top