Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Kerapatan Qadhi
Filed Under: Rilis Berita Jumat, 31 Oktober 2014 pukul 00:58 WITA — Dilihat 976 kali
Bagikan Tulisan Ini
Slide1

Kerapatan Qadhi/Peradilan Agama di Kalimantan Selatan memiliki hubungan istemewa dengan IAIN Antasari.

Demikian terungkap pada seminar yang digelar Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Banjarmasin, Kamis pagi (23/10) di Gedung Serba Guna Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

Rektor IAIN Antasari, Prof Dr H Akh Fauzi Aseri MA di sela-sela seminar menekankan hubungan yang erat antara IAIN Antasari dan Kerapatan Qadhi. “IAIN Antasari didirikan oleh ulama-ulama yang notabene adalah para qadhi, seperti Tuan Qadhi Muhammad As’ad. Di sisi lain, banyak lulusan IAIN Antasari yang menjadi qadhi,” ujar Fauzi.

Selain itu, Prof Fauzi menyampaikan bahwa tantangan hakim masa kini di antaranya adalah mengerti hukum dan dinamika masyarakat. “IAIN punya Jurusan al-Ahwal al Syakhsiyah dari Fakultas Syariah. Untuk menjadi qadhi yang berkualitas, ia tak hanya mengerti hukum Islam, tapi juga dinamika masyarakatnya,” ujarnya.  Oleh karena itu, menurut Rektor IAIN itu, kurikulum mesti terus diupgrade dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Ini terus dilakukan IAIN Antasari.

“Harus ada keterhubungan antara masalah-masalah baru yang muncul di tengah masyarakat dengan kurikulum IAIN. Sehingga qadhi tak hanya piawai hukum Islam, tapi juga mengerti kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin, H Djafar Abdul Muchith menegaskan eksistensi panjang Kerapatan Qadhi. “Meski Kesultanan Banjar sudah runtuh, Belanda pada 1937 mengakui keberadaan qadhi,” kata Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin itu.

Dalam kegiatan itu terungkap bahwa terma Kerapatan Qadhi yang dipakai dalam seminar ini berarti peradilan agama. Akarnya terkait erat dengan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Ulama kebanggaan banua itu adalah sponsor utama Kerapatan Qadhi.

Bahkan, pada era pemerintahan Sultan Adam, pengadilan agama pernah maju dengan pesat. “Di era itu, qadhi tidak hanya mengurusi masalah pernikahan, cerai dan warisan, tapi juga mengurusi masalah pertanahan,” imbuh Djafar di hadapan peserta yang serius menyimak. (MHM).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
BUAF Berhasil Tarik 12 Perguruan Tinggi
Diposting pada lembaga pers tanggal 19 Juli 2017 pukul 4:11 am

SukmaBorneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) merupakan forum ilmiah bagi para mahasiswa, yang baru dibentuk sekitar dua tahun lalu. Keberadaan forum ini sebagai jawaban atas keresahan para dosen, …

Berita Sukma
Diposting pada lembaga pers tanggal 29 Mei 2017 pukul 9:35 pm

BSukma_Sejak pukul 7:30 waktu setempat, telah terlihat antrian di gedung abu-abu atau Siakad oleh para orang tua dan calon mahasiswa baru untuk mengambil surat kelulusan pasca pengumuman pada tanggal …

AKSI DEMI MATA KULIAH WAJIB
Diposting pada lembaga pers tanggal 24 Mei 2017 pukul 6:11 pm

AKSI DEMI MATA KULIAH WAJIBTak seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya, mahasiswa jurusan PGMI di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini harus melakukan pementasan guna memperoleh nilai akhir masa …

To Top