Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Kader Pengabdian Masyarakat
Filed Under: Rilis Berita Kamis, 13 November 2014 pukul 04:30 WITA — Dilihat 609 kali
Bagikan Tulisan Ini
community-service

Setidaknya terdapat tiga manfaat pengabdian pada masyarakat, yaitu mengembangkan potensi dan kecerdasan sosial secara keseluruhan, mengembangkan keterampilan kerja, dan memperluas jaringan.

Demikian yang terungkap pada Workshop Kader Pengabdian Masyarakat oleh LP2M ditujukan kepada para penyuluh di kota Banjarmasin, Rabu pagi (12/11/2014) di Aula Lantai III Rektorat IAIN Antasari.

“LP2M IAIN Antasari, saya kira, terus berupaya mengembangkan arah baru yang lebih efektif dalam memberdayakan masyarkat. Namun bila upaya ini tanpa lapisan tambahan tentu saja merupakan tantangan yang cukup menyita tenaga. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda: yad Allah ma’a al-jamaa’ah (kekuasaan allah itu terlihat pada perkumpulan yang memiliki satu tujuan),” ujar Dr H Ridhahani Fidzi yang memberikan sambutan mewakili Rektor IAIN Antasari.

Oleh itu, lapisan/shaf tambahan dalam upaya memberdayakan masyarakat itu adalah para instruktur yang secara kontinyu bersentuhan langsung dengan masyarakat dan membimbing masyarakat untuk memaksimalkan potensi mereka.

Selain itu, ujar Ridhahani, data menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada umumnya adalah dengan bentuk penyuluhan, mengajar atau mentoring (42%), diikuti oleh pendidikan dan penjangkauan (34%), penelitian dan evaluasi (33%). “Kegiatan ini tentu harus terus dievaluasi porsi dan proporsionalitas masing-masing bentuknya. Evaluasi mesti dilakukan dengan memperhatikan analisis kelaikan dan efektivitas program sesuai dengan pertimbangan karakter masyarakat,” tukas Ridhahani di hadapan puluhan peserta.

Rektor, ujar Ridhahani yang pakar evaluasi kurikulum, mengharapkan adanya umpan balik yang bersifat formal, agar para penyuluh bisa menyatakan bahwa kegiatan ini  memberi mereka suasana batin yang lebih bermakna dalam mengemban tugas mulia sebagai khuddaam al-mujtama’/pelayan masyarakat.

Selain itu, manajemen pengelolaan masyarakat penting juga untuk dikaji dan disimulasikan lebih lanjut. (MHM).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
Mempertanyaakan Kinerja dan Eksistensi SEMA di Kampus Hijau
Diposting pada lembaga pers tanggal 23 Maret 2017 pukul 4:01 pm

copy right googleSenat Mahasiswa atau yang biasa kita sebut SEMA adalah salah satu perangkat organisasi intra kemahasiswaan, yang keberadaannya telah diatur di dalam peraturan Direktur Jendral …

Awas Jangan Parkir Sembarangan
Diposting pada lembaga pers tanggal 19 Maret 2017 pukul 7:29 am

copy right googleSejak 5 bulan lalu, pihak Rektorat memberikan intruksi tentang pengempesan ban sepeda motor bagi mahasiswa yang parkir sembarangan. Hal ini dikarenakan banyak mahasiswa yang …

Rina Aulia: "saya ingin Go National"
Diposting pada lembaga pers tanggal 19 Maret 2017 pukul 4:28 am

sukma Rina Aulia,  “Motivasi serta tujuan saya ingin Go National dan pastinya juara."IAIN Antasari Banjarmasin mempersiapkan diri untuk mengikuti perhelatan akbar, Pekan Ilmiah, Olah …

To Top