Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2016
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Kader Pengabdian Masyarakat
Filed Under: Rilis Berita Kamis, 13 November 2014 pukul 04:30 WITA — Dilihat 542 kali
Bagikan Tulisan Ini
community-service

Setidaknya terdapat tiga manfaat pengabdian pada masyarakat, yaitu mengembangkan potensi dan kecerdasan sosial secara keseluruhan, mengembangkan keterampilan kerja, dan memperluas jaringan.

Demikian yang terungkap pada Workshop Kader Pengabdian Masyarakat oleh LP2M ditujukan kepada para penyuluh di kota Banjarmasin, Rabu pagi (12/11/2014) di Aula Lantai III Rektorat IAIN Antasari.

“LP2M IAIN Antasari, saya kira, terus berupaya mengembangkan arah baru yang lebih efektif dalam memberdayakan masyarkat. Namun bila upaya ini tanpa lapisan tambahan tentu saja merupakan tantangan yang cukup menyita tenaga. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda: yad Allah ma’a al-jamaa’ah (kekuasaan allah itu terlihat pada perkumpulan yang memiliki satu tujuan),” ujar Dr H Ridhahani Fidzi yang memberikan sambutan mewakili Rektor IAIN Antasari.

Oleh itu, lapisan/shaf tambahan dalam upaya memberdayakan masyarakat itu adalah para instruktur yang secara kontinyu bersentuhan langsung dengan masyarakat dan membimbing masyarakat untuk memaksimalkan potensi mereka.

Selain itu, ujar Ridhahani, data menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada umumnya adalah dengan bentuk penyuluhan, mengajar atau mentoring (42%), diikuti oleh pendidikan dan penjangkauan (34%), penelitian dan evaluasi (33%). “Kegiatan ini tentu harus terus dievaluasi porsi dan proporsionalitas masing-masing bentuknya. Evaluasi mesti dilakukan dengan memperhatikan analisis kelaikan dan efektivitas program sesuai dengan pertimbangan karakter masyarakat,” tukas Ridhahani di hadapan puluhan peserta.

Rektor, ujar Ridhahani yang pakar evaluasi kurikulum, mengharapkan adanya umpan balik yang bersifat formal, agar para penyuluh bisa menyatakan bahwa kegiatan ini  memberi mereka suasana batin yang lebih bermakna dalam mengemban tugas mulia sebagai khuddaam al-mujtama’/pelayan masyarakat.

Selain itu, manajemen pengelolaan masyarakat penting juga untuk dikaji dan disimulasikan lebih lanjut. (MHM).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
ANGGARAN KAMPUS AMBLAS!
Diposting pada lembaga pers tanggal 10 Desember 2016 pukul 4:26 am

:Mahasiswa dituntut kreatif dalam penganggaran kegiatanBSukma - Pemotongan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang digaungkan oleh pemerintahan Jokowi-Jk, lewat Menteri Keuangan Sri Mulyani …

BPI: Menyambung Pikiran, Menjawab Persoalan
Diposting pada lembaga pers tanggal 10 Desember 2016 pukul 3:31 am

Wartawan: Moh Mahfud (LPM Sukma UIN Antasari Banjarmasin)Pembukaan Sekolah Politik di Pendopo Desmond J. MahesaDitengah sentimen politik tanah air yang terus dikait-kaitkan dengan berbagai aspek, …

POLIKLINIK VAKUM, MAHASISWA IAIN HARUS SEHAT
Diposting pada lembaga pers tanggal 9 Desember 2016 pukul 10:06 am

Ilustration PictureBSukma- Poliklinik adalah badan atau balai pengobatan umum (tidak untuk merawat atau pasien menginap). Poliklinik yang ada di IAIN Antasari merupakan fasilitas yang disediakan oleh …

To Top