Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2016
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Gerakan Nasional Non Tunai
Filed Under: Rilis Berita Senin, 1 September 2014 pukul 17:32 WITA — Dilihat 1,127 kali
Bagikan Tulisan Ini
130619_e-money-antara

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah II Kalimantan bekerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari dan tiga bank yaitu PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Mandiri dan PT Bank Central Asia mencanangkan gerakan nasional nontunai.

Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) di IAIN Antasari Banjarmasin, Senin (25/8) tersebut, diikuti sekitar 1.700 mahasiswa baru sekaligus mengikuti sosialisasi pentingnya pemanfaatan transaksi nontunai untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi daerah ini.

Rektor IAIN Antasari Prof Dr H Akh Fauzi Aseri MA menyambut baik kegiatan ini. “IAIN Antasari merasa bahagia dan dapat berbangga bahwa IAIN menjadi tempat launching kegiatan GNT” ujar Rektor di sela-sela kegiatan.

Menurut Rektor, transaksi non tunai merupakan alternatif tepat karena dapat memberikan manfaat bagi para penggunanya. Oleh karena itu, tambahnya, GNNT kita dapat kita dukung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II (Kalimantan) Mokhammad Dadi Aryadi mengatakan, pemanfaatan uang elektronik sebagai instrumen pembayaran, layak untuk menjadi pertimbangan masyarakat.

Menurut dia, tingkat kepraktisan dan keamanan bertransaksi menggunakan uang elektronik, merupakan alasan utama, bahwa uang elektronik perlu dibudayakan dalam aktivitas ekonomi masyarakat. “IAIN Antasari sangat mendukung aktivitas GNNT melalui penggunaan uang elektronik, civitas akademika diharapkan dapat mulai membiasakan bertransaksi menggunakan instrumen non elektronik, khususnya uang elektronik,” katanya.

Dalam acara Grand Launching GNNT di kampus IAIN Antasari itu, Bank Indonesia dan bank peserta GNNT melakukan sosialisasi pengenalan dan penggunaan uang elektronik kepada 1.700 mahasiswa baru.

Para mahasiswa sangat antusias terhadap adanya alternatif transaksi uang elektronik. Mahasiswa juga sekaligus belajar melakukan “top up” dan transaksi menggunakan uang elektronik di koperasi kampus.

Transaksi menggunakan uang elektronik memiliki banyak kelebihan antara lain praktis yaitu cukup membawa kartu yang mempunyai nilai rupiah tertentu, aman, tidak perlu membawa uang tunai, mudah karena hanya menempelkan kartu pada EDC untuk bertransaksi dan dapat digunakan untuk transaksi ritel dengan nilai kecil.

Kantor Perwakilan BI Wilayah Kalimantan terus menghimbau masyarakat untuk membiasakan diri menggunakan fasilitas pembayaran nontunai, dalam hal ini uang elektronik. “Berbagai manfaat yang diperoleh dari uang elektronik, perlu menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih sarana pembayaran ini,” katanya.

Menurut dia, pemanfaatan uang elektronik tersebut sangat penting, seiring tren pertumbuhan ekonomi nasional, aktivitas ekonomi masyarakat terus meningkat pula serta mobilitas ekonomi yang tinggi, sehingga membutuhkan tata cara transaksi yang mudah dan cepat pula.

Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia sebagai institusi yang mengatur sistem pembayaran mengupayakan terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan transaksi yang mudah dan cepat.

Untuk itu, Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk tidak hanya bertransaksi secara tunai tetapi juga nontunai. “Sebagian masyarakat sebenarnya sudah tidak asing dengan instrumen pembayaran nontunai, seperti ATM, kartu kredit, atau internet banking. Saat ini, muncul pula produk instrumen tunai lainnya yaitu uang elektronik,” katanya.

Penggunaan uang elektronik terus digiatkan, salah satunya melalui pencanangan Gerakan Nasional NonTunai (GNNT) di Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardoyo. (MHM).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
Mengukur Setahun Kinerja DEMA "Ihsan-Alif : 48% Kurang Puas
Diposting pada lembaga pers tanggal 17 Januari 2017 pukul 4:37 pm

B-Sukma- Tak tanggung-tangung, DEMA IAIN Antasari di bawah Komando Ihsan-Alif merencanakan ada 38 program kerja sejak awal terbentuknya, dan akan dilaksanakan selama masa jabatan periode 2016-2017. …

Kegiatan Kreatif MAPALA Meratus Melalui Hidroponik
Diposting pada lembaga pers tanggal 10 Januari 2017 pukul 11:02 am

B-Sukma, Selasa (10/01) Bagi sebaian Mahasiswa IAIN Antasari yang melintas di sekitar gedung Student Center tentu tak asing lagi melihat beberapa tanaman seperi Sawi, Kangkung, Tomat, Lombok, Terong …

Perubahan Layanan Perpustakaan IAIN Antasari
Diposting pada lembaga pers tanggal 10 Januari 2017 pukul 10:53 am

B-Sukma Selasa  (10/01/2017) Perpustakan merupakan jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan dan akses informasi lainya. Sebagai mahasiswa tentu perpustakaa merupakan tempat sering dikunjungi. …

To Top