Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Call for Papers Konferensi Internasional
Filed Under: Agenda Jumat, 22 April 2016 pukul 10:30 WITA — Dilihat 2,340 kali
Bagikan Tulisan Ini
Slide1

Call for Papers: Konferensi Internasional Tentang Transformasi Sosial dan Intelektual Orang Banjar Kontemporer                  

Latar Belakang Pemikiran

Orang Banjar sering diasumsikan sebagai pecahan suku bangsa Melayu, yang sekitar lebih dari seribu tahun yang lalu, berimigrasi secara besar-besaran ke kawasan ini dari Sumatera atau sekitarnya (Alfani Daud, 1997: 25). Dengan berdirinya Kesultanan Banjar pada 24 September 1526, Islam telah menjadi identitas orang Banjar, yang membedakannya dengan kelompok-kelompok Dayak di sekitarnya, yang umumnya masih menganut religi sukunya. Karenanya berpindah agama di kalangan masyarakat Dayak dikatakan sebagai “babarasih” (membersihkan diri) di samping sebagai “menjadi orang Banjar” (Alfani Daud,1997: 504).

Selain erat kaitan dengan identitas Islam-nya, orang Banjar juga dikenal dengan diaspora yang telah dijalankan berabad-abad. Diaspora ini terjadi karena Orang Banjar merupakan kelompok suku yang memiliki kebiasaan melakukan migrasi (madam; bahasa Banjar) hingga lingkup Asia Tenggara. Kebiasaan bermigrasi ini tidak lain karena OrangBanjar,sebagaimana diungkapkan oleh beberapa peneliti (Daud, 2000; Salim, 1996; Potter, 1998) termasuk masyarakat yang dekat dengan kegiatan perdagangan.

Yang menarik dari fenomena identitas dan diaspora di atas adalah identitas sering diandaikan sebagai produk jadi, padahal sebetulnya sebagai sesuatu yang terus-menerus berubah seiring perkembangan zaman dan bukan pula sesuatu yang tunggal. Jika meminjam istilah Stuart Hall dalam Cultural Identity and Diaspora (1990), identitas budaya itu selalu merupakan proses menjadi (identity as becoming).

Pentingnya perspektif ini diangkat mengingat Orang Banjar masa kini sedikit banyak telah mengalami berbagai proses transformasi dari suatu keadaan masyarakat yang sederhana kepada masyarakat yang lebih kompleks dan modern. Namun demikian, meski Orang Banjar masa kini telah banyak mengalami proses transformasi diri yang tidak bisa terhindarkan, bukan berarti pula dalam perubahan sosial tersebut tidak terdapat sesuatu yang tetap, berkesinambungan (continuity). Secara teoritik, setiap perubahan sosial pastilah menyisakan ruang yang tidak berubah, berkesinambungan dan pada saat yang bersamaan setiap yang berkesinambungan juga terdapat perubahan.

Apalagi ketika diaspora sendiri berkaitan dengan de-teritorialisasi, dimana kebudayaan asal membaur dengan kebudayaan asing untuk saling berinteraksi dan berbaur dalam membangun budaya baru yang mempunyai ciri khas dari komunitas itu sendiri. Ini tentunya akan menjadi faktor bagi terjadinya transformasi sosial, ekonomi, budaya, hukum dan politik yang cukup penting bagi terbentuknya pranata baru masyarakat Banjar.

Pentingnya kajian ini diangkat sebagai tema Konferensi kali ini tidak lain karena Orang Banjar merupakan etnis terbesar ke-10 di Indonesia dan pada saat yang bersamaan Islam Banjar juga secara historis memiliki posisi dan peran yang sangat penting dalam jaringan intelektual dari Islam Nusantara.

 

Sub Tema Bahasan

Kegiatan konferensi ini dibagi 3 (tiga) sesi panel dan paralel dengan sub-tema bahasan sebagai berikut:

Panel dan Paralel I:

Orang Banjar, Agama dan Perubahan Sosial;

Sesi ini secara khusus akan membahas Orang Banjar masa kini yang telah banyak mengalami berbagai proses transformasi dari suatu keadaan masyarakat yang sederhana kepada masyarakat yang lebih kompleks dan modern. Namun demikian, meski banyak mengalami proses transformasi diri, bukan berarti pula dalam perubahan sosial tersebut tidak terdapat sesuatu yang tetap, berkesinambungan (continuity).

 

Panel dan Paralel II:

Diaspora Orang Banjar di Asia Tenggara dan Timur Tengah;

Sesi ini secara khusus akan membahas tentang Orang Banjar yang dikenal dengan diaspora yang telah dijalankan berabad-abad. Diaspora ini terjadi karena Orang Banjar merupakan kelompok suku yang memiliki kebiasaan melakukan migrasi (madam; bahasa Banjar) hingga lingkup Asia Tenggara dan Timur Tengah.

 

Panel dan Paralel III:

Islam dan Dinamika Intelektual Orang Banjar;

Sesi ini secara khusus akan membahas tentang perubahan dan kesinambungan warisan intelektual dan keberagamaan Orang Banjar masa kini. Dengan sesi ini peserta akan mendapatkan gambaran bagaimana berbagai perkembangan dinamika intelektual Orang Banjar masa kini bila dibandingkan dengan masa lalu.

 

Nara Sumber yang diundang:

Selain mengundang nara sumber utama untuk konferensi ini, Panitia juga membuka kesempatan bagi peminat konferensi ini untuk turut mempresentasi hasil kajian atau penelitian di sesi panel atau paralel sesuai tema konferensi dan akan diterbitkan dalam proseding konferensi.

Waktu dan Tempat

Konferensi ini akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu:

Tanggal  :  Rabu-Kamis, 10-11 Agustus 2016

Tempat   :  Gedung Mahligai Pancasila dan Hotel Aria Barito.

Bahasa Konferensi

Bahasa yang digunakan selama konferensi menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan bahasa yang digunakan dalam penulisan makalah konferensi boleh mengunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

 

Peserta

Kegiatan ini akan diikuti oleh utusan perguruan tinggi dan perwakilan Perkumpulan Orang Banjar dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri serta masyarakat umum yang tertarik dengan tema konferensi ini.

Syarat dan Ketentuan Peserta Umum:

  1. Melakukan pendaftaran melalui sms no hp: (+62) 85282578557 (Muhammad Hikam, MA.) atau email: hikam@iain-antasari.ac.id. dari tanggal 25 Maret hingga 30 Juli 2016.
  2. Panitia hanya menyediakan seminar kit, sertifikat, makan siang-malam, snack untuk dua hari pelaksanaan Konferensi.

Syarat dan Ketentuan Peserta Pemakalah:

  1. Melakukan pendaftaran melalui email Dr. Irfan Noor, M. Hum: irfan.albanjari@gmail.com dari tanggal 25 Maret hingga 30 Juli 2016.
  2. Mengirimkan Abstract makalah yang akan dipresentasikan sesuai tema yang dipilih bersamaan dengan formulir pendaftaran paling lambat 31 Mei 2016.
  3. Setiap abstrak yang masuk akan direview secara anonim (blind review) oleh Tim Reviewer dan abstrak yang terpilih akan diumumkan pada tanggal 15 Juni 2016.
  4. Peserta yang abstraknya dinyatakan lolos wajib mengirimkan makalah penuh (full text) paling lambat diterima panitia pada tanggal 30 Juli 2016 dan berhak untuk mempresentasikannya di acara Konferensi.
  5. Setiap artikel yang dipresentasikan dalam konferensi berhak untuk dipublikasikan dalam prosiding konferensi.
  6. Keputusan Panitia Penyelenggara atas abstrak yang dinyatakan lolos dan artikel yang dimuat pada prosiding tidak dapat diganggu gugat.
  7. Panitia hanya menyediakan menyediakan seminar kit, sertifikat, makan siang-malam, snack untuk dua hari pelaksanaan Konferensi. Panitia tidak menyediakan akomodasi selama konferensi namun hanya memberikan informasi hotel yang akan menjadi tempat menginap peserta konferensi.

Proseding

Seluruh makalah yang dipresentasikan, baik di sesi panel maupun sesi paralel akan diterbitkan dalam bentuk buku proseding konferensi. Bagi peserta yang berminat untuk mendapatkan buku proseding konferensi tersebut akan dikenakan biaya ongkos cetak.

Tanggal-Tanggal Penting

Kegiatan Tanggal
Pengumuman Call for Papers 25 Maret 2016
Batas Akhir Pengiriman Abstrak 31 Mei 2016
Pengumuman Abstrak Terpilih 15 Juni 2016
Batas Pengiriman Makalah (full paper) 30 Juli 2016
Batas Akhir Pendaftaran Konferensi 30 Juli 2016
Konferensi 10-11 Agustus 2016

 

Pelaksana Kegiatan

Kegiatan konferensi ini dilaksanakan oleh IAIN Antasari Banjarmasin, jalan Ahmad Yani KM. 4, 5 Banjarmasin 70235 Kalimantan Selatan – Indonesia. Phone. 0511-3252829 Facs. 3254344 email: info@iain-antasari.ac.id.

Kontak Panitia

Untuk memudahkan komunikasi dan informasi terkait dengan seluruh kegiatan konferensi, peserta dapat menghubungi no hp: (+62) 85282578557 (Muhammad Hikam, MA.Ek.) atau email: hikam@iain-antasari.ac.id.

Penutup

Demikian Call for Papers Konferensi Internasional Transformasi Sosial dan Intelektual Orang Banjar Kontemporeryang akan menjadi acuan pelaksanaan kegiatan. Perubahan dan penyesuaian dimungkinkan akan dilakukan berdasarkan kondisi atau keadaan yang ada.

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
Akhamd Syaikhu Bicara Soal Mars dan Himne UIN Antasari
Diposting pada lembaga pers tanggal 16 Agustus 2017 pukul 2:19 pm

Mars dan Himne UIN Antasari Banjarmasin telah dinyanyikan di depan publik untuk pertama kalinya pada Rabu malam (09/08) di Hotel Aria Barito. google.comAkhmad Syaikhu selaku Kepala Humas UIN …

Kebijakan PDAM Banjarmasin Dianggap Cacat Hukum
Diposting pada lembaga pers tanggal 16 Agustus 2017 pukul 10:39 am

SukmaBSUKMA_Zainul Muslihin menepati janjinya untuk melakukan aksi lanjutan terhadap kebijakan pemakaian tarif air minum oleh PDAM Banjarmasin yang dirasa sangat memberatkan masyarakat. Pada aksinya …

2314 Peserta PAHLAWAN di UIN Antasari Banjarmasin
Diposting pada lembaga pers tanggal 4 Agustus 2017 pukul 2:59 pm

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) merupakan perubahan dari Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) yang telah ada sejak tahun 2014 hingga 2016 untuk mahasiswa baru. …

To Top