Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Bersama Masyarakat, Sangat Spesial
Filed Under: Rilis Berita Minggu, 17 Mei 2015 pukul 23:44 WITA — Dilihat 1,743 kali
Bagikan Tulisan Ini
20150516_101050

Memperingati Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW bersama masyarakat luar kampus rupanya sangat spesial.

Demikian terungkap dalam Peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Langgar Darul Mubtadiin, Desa Bunipah Bawah Kecamatan Aluh Aluh Kabupaten Banjar.

Rektor IAIN Antasari Prof Dr H Akh Fauzi Aseri MA dalam sambutannya mengatakan, peringatan Isra dan Mi’raj ini sangat spesial karena diselenggarakan bersama masyarakat di tengah daerah yang indah dan subur. Menurut Rektor, sebenarnya masih banyak unsur rombongan IAIN Antasari yang ingin mengikuti peringatan ini. “Namun karena masih ada tugas lain, mereka belum dapat hadir,” ungkap Rektor.

Rektor juga memuji sekaligus mendoakan desa Bunipah dengan menyebut Bunipah adalah singkatan dari Bumi Indah Halalan Thoyyibah.

Dr Wahyuddin MSi yang didaulat sebagai penceramah dalam kesempatan itu mengulas ayat pertama Surat al-Isra. Dosen IAIN Antasari itu mengungkapkan bahwa Isra dan Mi’raj dilatarbelakangi tiga kejadian beruntun yang menimpa Nabi Muhammad pada tahun 620 M. Kejadian itu adalah wafatnya paman Nabi, Abu Thalib, wafatnya isteri Nabi Khadijah binti Khuwailid, dan terusirnya sang Nabi dari Thaif saat beliau berdakwah di sana.

Menurut dai asal Kandangan itu, setidaknya ada tiga kejadian fenomenal yang dialami oleh Baginda Nabi. Yang pertama, Hijrah, yang kedua Fathu Makkah, dan yang terakhir adalah Isra Mi’raj. Namun patut dicatat, ujarnya, yang disebut dalam al-Quran dengan ungkapan pendahuluan “Subhanallah atau maha suci Allah” hanya peristiwa Isra Mi’raj.

Wahyuddin menekankan pentingnya untuk menegakkan salat dan salat berjamaah. Pasalnya, salat adalah tiang agama. “Oleh karenanya penting untuk mendidik anak-anak kita untuk menegakkan salat,” pungkas Wahyuddin.

Selain Rektor dan penceramah, turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Rektor Bidang AUPK Dr H Sukarni MAg, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Prof Dr Abdullah Karim MAg, Ketua LP2M Dr H Ridhahani Fidzi MPd, dan Sekretaris LP2M Dr Zainal Pikri MA.

Dalam kesempatan itu, IAIN Antasari menyerahkan dana bantuan sebesar 2 juta rupiah untuk Langgar Darul Mubtadiin, Desa Bunipah Kecamatan Aluh Aluh.

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
Gagasan UIN di Mulai Sejak 12 Tahun Silam
Diposting pada lembaga pers tanggal 20 April 2017 pukul 10:51 pm

google.comProses Perubahan Terhitung sejak tanggal 3 April lalu IAIN telah sah beralih status menjadi UIN Antasari. Peralihan status ini tidak serta merta tanpa melalui proses yang panjang. …

Ilma Mahdiya Raih Gelar Wisudawati Terbaik
Diposting pada lembaga pers tanggal 20 April 2017 pukul 10:39 pm

Ilma Ilma Mahdiya mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dinobatkan sebagai wisudawati lulusan terbaik pada wisuda perdana pasca peralihan status IAIN menjadi UIN …

437 Mahasiswa Telah di Wisuda
Diposting pada lembaga pers tanggal 20 April 2017 pukul 8:09 pm

Google.comTahun ini,  setidaknya ada 437 mahasiswa yang telah di wisuda pada Selasa 18 April 2017 lalu. Ahmad Syaikhu, kepala Humas Rektorat mengaku bahwa jumlah wisudawan dan wisudawati tahun …

To Top