Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Andrea Hirata: Don’t Give Up for Education
Filed Under: Rilis Berita Jumat, 18 September 2015 pukul 03:31 WITA — Dilihat 875 kali
Bagikan Tulisan Ini
IMG_7400

Studium General IAIN Antasari yang dilaksanakan di Auditorium Mastur Jahri berlangsung meriah dan antusias, hal itu bisa dilihat dari jumlah peserta yang membludak sampai ke lantai dua auditorium. Salah satu alasan kemeriahan peserta dalam Studium General yang bertemakan Dari laskar pelangi ke Ayah And Endless Journey of Andrea Hirata For Education ini adalah kontribusi panitia yang diketuai oleh Dr. Ahmad Juhaidi, M.Pd.I yang telah mendatangkan penulis berlevel Internasional yaitu, Andrea Hirata yang memperoleh gelar doktor kehormatan (honoris causa) di bidang sastra dari Universitas Warwick Inggris.

Rektor IAIN Antasari, Prof. Dr. H. Akhmad Fauzi Aseri, M.A dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kedatangan Dr (HC) Andrea Hirata ke kampus IAIN Antasari Banjarmasin. “Saya yakin mahasiswa yang mengikuti kuliah umum ini, akan semakin termotivasi untuk terus belajar. Di IAIN Antasari banyak calon guru, saya berharap mereka semua menjadi guru yang unggul di Kalimantan Selatan,” tandasnya.

Kita bisa maju jika kita berteman dengan orang yang maju, kita bisa hebat jika belajar dari orang yang hebat, kampus kita ingin bertaraf internasional harus menjalin kerjasama dan belajar dari kampus yang sudah berlevel internasional,” ujar Fauzi

Andrea Hirata dalam pemaparannya selama bekerja di Telkom, niatnya menjadi seorang penulis masih terpendam dalam hatinya. Niat untuk menulis semakin menggelora setelah ia menjadi seorang relawan di Aceh untuk para korban tsunami. “Waktu itu saya melihat kehancuran akibat tsunami, termasuk kehancuran sekolah-sekolah di Aceh,” kenang pria yang novelnya telah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan terbit di 130 negara.

Kondisi sekolah-sekolah yang telah hancur lebur lantas mengingatkannya terhadap masa lalu SD Muhamadiyah yang juga hampir rubuh meski bukan karena bencana alam. Ingatan terhadap sosok Bu Muslimah pun kembali membayangi pikirannya. Sekembalinya dari Aceh, Andrea pun memantapkan diri untuk menulis tentang pengalaman masa lalunya di SD Muhamadiyah dan sosok Bu Muslimah. “Saya mengerjakannya hanya selama tiga minggu,” ujar Andrea

Seperti yang diceritakannya dalam novel Laskar Pelangi, Andrea kecil bersekolah di sebuah sekolah yang kondisi bangunannya sangat mengenaskan dan hampir rubuh. Sekolah yang bernama SD Muhamadiyah tersebut diakui Andrea cukuplah memperihatinkan. Namun karena ketiadaan biaya, ia terpaksa bersekolah di sekolah yang bentuknya lebih mirip sebagai kandang hewan ternak. Kendati harus menimba ilmu di bangunan yang tak nyaman, Andrea tetap memiliki motivasi yang cukup besar untuk belajar. Di sekolah itu pulalah, ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang dijuluki dengan sebutan Laskar Pelangi.

Di SD Muhamadiyah pula, Andrea bertemu dengan seorang guru yang hingga kini sangat dihormatinya, yakni bu Muslimah. “Saya menulis buku Laskar Pelangi untuk Bu Muslimah,” ujar Andrea yang berhasil menyelesaikan studi Master of Science di Université de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom.

Selain memotivasi jiwa semangat mahasiswa, Andrea juga mengajarkan cara menulisnya. Menulis menurut Andrea adalah meletakkan ide dalam konteks, kemudian meletakkan konteks itu dalam perspektif. Seperti halnya laskar pelangi, ia ingin menunjukkan bahwa 10 pemuda di laskar pelangi adalah anak-anak yang luar biasa di kala pendidikan mereka kurang diperhatikan pemerintah. Ia ingin menunjukkan semangat muda yang tak pernah mengeluh, walaupun dengan sarana prasarana dan kondisi yang sangat sederhana.

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
Akhamd Syaikhu Bicara Soal Mars dan Himne UIN Antasari
Diposting pada lembaga pers tanggal 16 Agustus 2017 pukul 2:19 pm

Mars dan Himne UIN Antasari Banjarmasin telah dinyanyikan di depan publik untuk pertama kalinya pada Rabu malam (09/08) di Hotel Aria Barito. google.comAkhmad Syaikhu selaku Kepala Humas UIN …

Kebijakan PDAM Banjarmasin Dianggap Cacat Hukum
Diposting pada lembaga pers tanggal 16 Agustus 2017 pukul 10:39 am

SukmaBSUKMA_Zainul Muslihin menepati janjinya untuk melakukan aksi lanjutan terhadap kebijakan pemakaian tarif air minum oleh PDAM Banjarmasin yang dirasa sangat memberatkan masyarakat. Pada aksinya …

2314 Peserta PAHLAWAN di UIN Antasari Banjarmasin
Diposting pada lembaga pers tanggal 4 Agustus 2017 pukul 2:59 pm

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) merupakan perubahan dari Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) yang telah ada sejak tahun 2014 hingga 2016 untuk mahasiswa baru. …

To Top