Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2016
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Advancing Cultural Dialogue
Filed Under: Rilis Berita Rabu, 10 September 2014 pukul 18:30 WITA — Dilihat 580 kali
Bagikan Tulisan Ini
Sra

Sivitas akademika IAIN Antasari disuguhi penayangan film berjudul Circles, Rabu (10/9) di Auditorium IAIN Antasari Banjarmasin. Pemutaran film dirangkai dengan dialog dengan sang sutradara, Srdan Golubovic (the Trap, 2007, film yang menuai banyak pujian).

Circles berkisah tentang dinamika, konvulasi moral dan helai demi helai plot yang kompleks. Film bernuansakan hubungan kemanusiaan, rasa, keluarga dan lingkungannya. Melalui film ini Golubovic merekonstruksi prahara pasca perang Serbia-Bosnia yang memeras pertumpahan darah selama bertahun-tahun.

Diceritakan bahwa Marco, seorang tentara Serbia yang cuti selama perang, kembali ke kampung halamannya di Bosnia. Suatu ketika, ia ikut campur menyelamatkan seorang muslim bernama Haris. Akibat perbuatannya, Marco dibunuh. Dua belas tahun kemudian, putra salah satu pembunuh Marco bernama Bogdan muncul mencari pekerjaan dan datang kepada ayah Marco yang sedang membangun ulang gereja.

Di sisi lain, teman Marco seorang ahli bedah ternama, Nabobs masih saja diliputi kecamuk batin untuk melakukan operasi medis kepada pembunuh Marco yang lain. Sementara di Jerman, Haris yang sudah menikah, berupaya melunasi hutangnya ketika Janda Marco tiba mencari perlindungan.

Circles ditujukan sebagai media untuk meyemai dialog antar budaya dan toleransi. Dengan sinematografi cantik dan bumbu tensi yang tinggi, Srdan Golubovic membesut mulifaset, namun terbilang sederhana. Struktur film menggaungkan intrik balas dendam, penebusan dan upaya rekonsiliasi. Pada akhirnya, film mengajak penonton menyadari betapa mudahnya kebencian dan kekerasan menciptakan tercerainya riak kehidupan.

Acara yang dihelat dalam rangkaian kegiatan Forward 2014: Advancing Cultural Dialogue terlaksana atas kerjasama IAIN Antasari dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Sundance Institute, arts.gov, National Endowment for the Humanities, dan Institute of Museum and Library Services. (MHM).

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
Sedasawarsa Wacana IAIN Menjadi UIN: (Selangkah yang sangat Panjang)
Diposting pada lembaga pers tanggal 6 Desember 2016 pukul 5:05 pm

Sedasawarsa Wacana IAIN Menjadi UIN: (Selangkah yang sangat Panjang)Oleh: Taufik Rahman(Anggota LPM SUKMA, Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga angkatan 2013).. cepat atau lambat, IAIN akan berubah ke …

SADZALI GERAM PARKIRAN USHULUDDIN DIPENUHI MAHASISWA SYARIAH
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:35 am

                 foto: Yunita SariBSukma- Parkir kendaraan kembali menuai protes, kali ini datang dari Fakultas …

Pemimpin vs Pemimpin Realitas Pemimpin dalam Program PKMD
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:20 am

penulis: Moh Husni Dalam pewayangan Sindhunata pernah berkata, rakyat adalah digdaya tanpa aji. Maksudnya rakyat memiliki kekuatan namun tanpa harga diri dan nilai. Karena itu pemimpin adalah …

To Top