Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2016
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Menggagas Produk Syariah Di Bank Konvensional
Filed Under: Antasari News Selasa, 4 Maret 2014 pukul 03:54 WITA — Dilihat 826 kali
Bagikan Tulisan Ini

Jumat pagi (28/02/2014), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam menggelar Studium General yang bertajuk: Aspek Hukum Terhadap Produk Syariah di Bank Konvensional (Kajian Terhadap Regulasi Perbankan Syariah di Indonesia), dengan pemateri Dr. Syaugi Mubarak Seff, MA.

Acara yang dibuka resmi oleh Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Prof. Dr. Ahmadi Hasan, MH. dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa. Meskipun pagi itu, cuaca kurang bersahabat karena hujan, tapi antusias mahasiswa dan dosen cukup tinggi. Terbukti, menurut keterangan Dr. Syaugi bahwa dalam sejarah Studium General di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, acara kali ini paling banyak dihadiri oleh para dosen.

Di awal orasi ilmiahnya, Dr. Syaugi banyak mengulas tentang sejarah lahirnya regulasi Perbankan Syariah. Menurutnya, lahirnya UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah merupakan landasan hukum operasional perbankan syariah di Indonesia.

Meskipun Bank Syariah di Indonesia sudah mengalami perkembangan aset yang cukup signifikan. Namun, menurut Dr. Syaugi, Bank Syariah saat ini masih banyak problem yang dihadapi. Indonesia sebagai bangsa yang berpenduduk mayoritas Muslim, tetapi ternyata market share bank syariahnya, masih sangat kecil bila dibanding dengan di bank konvensional.

“Sebagian masyarakat kita, masih ragu dengan status hukum bunga bank, apakah termasuk riba atau tidak. Oleh karenanya, paradigma bunga bank harus disepakati keharamannya terlebih dahulu sehingga masyarakat Muslim beralih menjadi nasabah di bank-bank syariah yang jauh dari akad ribawi.” jelas Dr. Syaugi pada orasi ilmiahnya, Jumat pagi, (28/02/2014).

Lebih lanjut, menurut Dr. Syaugi, problem yang dihadapi bank-bank syariah atas minimnya market share saat ini yaitu: bank syariah merupakan bank yang baru dan kantornya masih terbatas; produk yang ditawarkan oleh bank syariah kurang kreatif dan inovatif; tidak adanya regulasi baru yang mengatur produk syariah di bank konvensional.

Oleh karenanya, imbuh Dr. Syaugi, gagasan menawarkan produk syariah di bank-bank konvensional menjadi relevan. Hanya saja, hingga kini belum ada “payung hukum” yang mengaturnya.

Diantara keuntungan dari ditawarkannya produk syariah di bank-bank konvensional adalah kantor-kantor cabang bank konvensional saat ini telah merambah hingga ke pelosok desa. Sehingga masyarakat desa nantinya dapat memilih produk syariah, di bank konvensional tanpa beralih ke bank syariah.

“Gagasan ini, masih perlu kajian mendalam. Khususnya, tentang tinjauan hukum fikih terhadap bercampurnya aset bank atau institusi keuangan yang berbasis syariah seperti Bank Syariah dengan lembaga keuangan yang berbasis riba seperti di bank-bank konvensional,” pungkas Dr. Syaugi.

Acara yang juga dihadiri oleh Rektor IAIN Antasari, Prof. Dr. H. Akh. Fauzi Aseri, MA. ini, ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Dr. Muhaimin, MA, dan diakhiri dengan makan siang bersama di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. [afada]

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
SADZALI GERAM PARKIRAN USHULUDDIN DIPENUHI MAHASISWA SYARIAH
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:35 am

                 foto: Yunita SariBSukma- Parkir kendaraan kembali menuai protes, kali ini datang dari Fakultas …

Pemimpin vs Pemimpin Realitas Pemimpin dalam Program PKMD
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 11:20 am

penulis: Moh Husni Dalam pewayangan Sindhunata pernah berkata, rakyat adalah digdaya tanpa aji. Maksudnya rakyat memiliki kekuatan namun tanpa harga diri dan nilai. Karena itu pemimpin adalah …

Lukisan Kehidupan
Diposting pada lembaga pers tanggal 5 Desember 2016 pukul 8:53 am

Sumber GoogleKarya: Siti Bulqis RadinahHidup bagai roda yang berputarKadang di atas kadang di bawahDan balik ke atas balik ke bawahBegitulah retak kehidupanJatuh bangun bukan bermakna kita kalahDan …

To Top