Powered by Translate
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2017
Hasil Ujian Tes CAT — 09/11/2016 pukul 12:00am
Kepegawaian — 08/11/2016 pukul 3:52pm
Register PNS IAIN Antasari 2015 — 10/09/2015 pukul 3:48am
Bimtek PAK Dosen 2015 — 27/05/2015 pukul 12:09am
DATA STATISTIK OKH — 11/05/2015 pukul 6:14am
PERATURAN DISIPLIN PNS — 14/04/2015 pukul 12:56am
UNDANGAN PENGARAHAN CPNS DOSEN 2014 — 27/03/2015 pukul 9:58am
Alumni IAIN Antasari, Ikuti Pertukaran Pemuda Luar Negeri
Filed Under: Antasari News Senin, 24 Februari 2014 pukul 02:09 WITA — Dilihat 734 kali
Bagikan Tulisan Ini

Kamis/20 Februari 2014 di Aula PSB Lt. 2 IAIN Antasari Banjarmasin diselenggarakan kegiatan seminar dalam rangka berbagi pengamalan dari para alumni pertukaran pemuda ke luar negeri.

Acara yang bertajuk ”Kiat Sukses Seleksi Pertukaran Pemuda Luar Negeri” itu dihadiri perwakilan mahasiswa dari setiap fakultas di lingkungan IAIN Antasari Banjarmasin.

Dalam kesempatan ini, para alumni pertukaran pemuda dari berbagai negara itu menceritakan pengalamannya masing-masing. Jordi Ahmad Pratama dan Fitria Aulia yang merupakan alumni Indonesia China Youth Exchange Program (ICYEP) banyak menceritakan pengalamannya selama China. Menurut Jordi, penting bagi kita untuk belajar dari kebudayaan masyarakat China.

“Meskipun program ICYEP ini relative singkat, tetapi banyak pelajaran dan pengalaman yang dapat menjadi inspirasi bagi saya.” kata Jordi.

“Masyarakat China sangat menghargai kebudayaan dan sejarah para pendahulunya. Karenanya, hampir setiap kota ada museum kebudayaannya,” tambah Fitria.

Berbeda halnya dengan Herlina. Interprenuer muda yang merupakan alumni Jurusan bahasa Inggris IAIN Antasari angkatan 2008-2012 ini, bercerita pengalamannya selama mengikuti Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP).

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa ada perbedaan yang mendasar dalam budaya masyarakat kita dan Malaysia. Menurut Lina, budaya masyarakat Malaysia itu lebih disiplin, tertib dan bersih.

Sigit pun tak mau ketinggalan, ia berbagi pengalamannya saat di Negeri Kanguru, Australia. Ia bercerita ketika ditugasi mengajar Bahasa Indonesia di salah satu Sekolah Dasar (SD). “Model pembelajaran di Australia sangat berbeda dengan di Negara kita. Media pembelajaran menjadi elemen penting dalam proses belajar-mengajar di sana,” ujar Sigit.

Acara yang yang diikuti kurang lebih 100 mahasiswa ini sangat ramai dan penuh antusias. Tepuk tangan peserta seminar seringkali terdengar. Banyak pertanyaan dari mahasiswa pada sesi tanya-jawab. Dan, seminar pun berakhir pada pukul 13.00 Wita. [afada]

 

  • KOMENTARI
  • DISKUSIKAN
  • TULISAN LAINNYA
  • TERPOPULER
  • BERITA LPM SUKMA
Kegiatan DEMA diakhir Kepengurusan
Diposting pada lembaga pers tanggal 18 Februari 2017 pukul 3:53 pm

lpm sukmaMESKI TELAH DIAKHIR KEPENGURUSAN, INI BUKAN BERARTI DEMA VAKUM DARI KEGIATAN DEMA IAIN Antasari kembali melaksanakan program kerja diakhir kepengurusannya. Yaitu Sosialisasi  Empat …

DAFTAR PESERTA LOLOS ANTOLOGI PUISI MERATUS: HUTAN HUJAN TROPIS
Diposting pada lembaga pers tanggal 18 Februari 2017 pukul 3:28 pm

Arifin Noor Hasby (Banjarbaru)Ali Syamsudin Arsyi (Banjarbaru)Asro al Murthawy (Jambi)Bambang Widiatmoko (Yogyakarta)Disma Galuh Mardanti (Palangkaraya)Fahmi Wahid (Balangan)Harkoni Madura …

PEMBAGIAN SERTIFIKAT OSPEK YANG PERLU DIPERTANYAKAN
Diposting pada lembaga pers tanggal 17 Februari 2017 pukul 4:46 am

BSukma. Pembagian sertifikat OSPEK yang dilakukan oleh panitia tidak berjalan sesuai rencana.  Hal ini dikarenakan jumlah mahasiswa dan mahasiswi  yang datang semakin membludak. Hal ini …

To Top